Tuesday, March 24, 2015

memperjuangkan sesuatu

kadang, saya sering berpikir. kapan terakhir kali saya pernah dengan sungguh-sungguh dan gigih memperjuangkan sesuatu. entah itu keinginan untuk menjadi kurus, keinginan untuk terus nulis di blog secara rutin dan sering, keinginan untuk memperlebar range suara, keinginan untuk berhemat, bla bla bla. seingat saya, belum ada hal-hal di atas yang saya perjuangkan dengan sekeras mungkin sehingga, ya, tidak ada hasilnya, dan buruknya: saya tidak kecewa.

saya termasuk orang yang suka sekali bermalas-malasan. suka menunda-nunda, serta tidak jarang menurunkan target dalam tiap capaian yang saya harapkan. saya sering nggak fokus, gak konsisten. suka tiba-tiba kehilangan semangat (hei, mana sini yang mau nyemangatin), dan terlalu toleran dengan kegagalan. gak apa-gak kurus, gak apa-apa gak bisa nada tinggi, gak apa-apa tugas papernya segini aja. see? gak ada obsesi sama sekali untuk menjadi paling baik.

padahal dulu saya ingat saya selalu ingin jadi yang pertama. selalu jadi juara kelas, selalu serius dalam setiap perlombaan, sampai ketika saya mulai bertambah usia, saya mulai tidak mau terlalu keras dalam mengingini sesuatu.

karena dalam sebuah harapan harus ada hati yang siap kecewa jika tidak tercapai harapannya. berharap jadi kebiasaan, tapi sayang bukan suatu kebisaan.

namun untuk langkah yang satu ini, saya sadar senyata-nyatanya bahwa perjuangan tidak boleh setengah-setengah. sekali ini lagi, saya harus mulai memperjuangkan sesuatu sekuat-kuatnya.


Thursday, March 19, 2015

Path-mer

akhirnya lelah juga dengan dunia per-Path-an. makin dirasa gak bermanfaat. makin dirasa jadi ajang pamer siapa paling kaya dan siapa paling bahagia.

(abis ini dikatain sirik. dikatain gak seneng liat orang seneng. dikatain iri sama harta dan rejeki orang.)

seterah.
saya juga sempet kok jadi orang yang suka pamer. lama-lama tobat. ih ngapain ya kok gue segitunya pamer kehidupan pribadi. makan ini itulah. checkin di sini di situlah. apa pentingnya buat orang, sih? apa gunanya buat gue selain rasa puas buat nunjukkin: ini loh gue dan temen temen gue yang gaul..

malu jadinya. harusnya buat jadi tempat bertemu dengan teman-teman yang jauh, tapi malah jadi tempat adu siapa yang paling happy.

jarang kan lo liat orang ngepost hal-hal yang sedih, susah, bokek, gak punya duit, banyak masalah, bla bla bla pokoknya hidup lo gak bahagia? JARANG BANGET. path emang jadi etalase kehidupan yang fake banget, yang terpaksa lo jalanin tanpa lo sadari.

pernah gak lo mikirin tempat buat nongkrong yang syarat utamanya path-material? gue pernah. sering. kalo lagi bosen bete suntuk, biasanya jalan-jalan ke tempat yang keliatan kece kalo dipake check-in di path. padahal mah gak pengen-pengen banget. pengennya cuma ke tempat biasa yang gak check-in-di-path-material, tapi maksain ke tempat lain supaya bisa gegayaan. duh, admit it you did it once, or twice.

sudah. gak mau lagi kayak begitu. gak baik banget hidup kayak gitu. huhuhu. makanya sekarang milih delete account path biar hidup lebih damai. banyak banget sebenernya yang masih ingin ditulis. cuma karena ngetiknya pake hape, nanti aja deh versi lebih komprehensifnya.

oiya, saya juga gak main instagram lagi. nantikan postingan tentang itu dalam waktu dekat. bye.

Monday, January 26, 2015

mengapa gampang gendut?

mungkin terlalu cepat menyimpulkan kalo dibalik masalah susahnya saya kurus adalah gangguan metabolisme.

based on the little research i did on the internet (thanks to google), i found out maybe i have this metabolism problem (more to read: here).

intinya sih ya kalo gak salah baca, metabolisme yang lambat ini artinya proses mencerna makanan di dalam tubuh terjadi dengan lambat sehingga ketika tiba jam makan berikutnya, makanan yang kita cerna sebelumnya malah belom terproses sempurna. makanya cepet gendut. kalo metabolismenya cepat sih bisa makan apa aja tanpa takut gendut. gitu simpelnya.

ciri-ciri metabolisme yang lambat adalah gampang capek karena tubuh kita gak dapet energi yang sempurna dari proses metabolisme tubuh. parahnya lagi: diabetes (masih perlu baca yang banyak banget biar bisa tahu lebih mendalam).

my point is, either you (luckily) have the fast or (maybe, sadly) slow metabolism, healthy life is a must. never wait to start yout healthy life program until you got sick. menyesal di kemudian hari bukanlah hal yang baik. bagi saya, yang gampaaaannngg banget gendutnya (bernapas aja bisa gendut kayaknya), ngurangin makanan manis dan berkalori tinggi udah jadi hal paling wajib. gak yang freak banget sih sampe ngecek kandungan kalori di tiap kemasan makanan, tapi diusahakan nggak berlebihan aja. saya sering banget nyoba makan secukupnya (that means, masih laper sebenernya tapi yaudahlah), tapi tetep tuh besoknya masih nambah gendut (itulah mengapa tidak disarankan menimbang berat badan setiap hari).

nyoba diet nasi merah, lumayan berhasil. ini pun kalo makan cuma dua kali, siang dan malam, tanpa snack, tanpa cemilan apapun di luar jam makan. suksesnya cuma sampe tahap berat badan gak naik aja. kalo turunnya mah ntaran ngarepnya. ngeri kan... padahal udah gak pernah minum minuman manis kecuali kopi di pagi hari (atau ditambah pas siang juga kalo mood gak bagus), makan buah sebagai pengganti sayur, dan gak makan nasi putih. sungguh masih sulit nurunin barang sekilo doang. makanya, suka sebel (iri) sebenenrnya sama yang udahlah kurus ya, masih aja bilang dirinya gendut, eh terus udahlah kurus dan jago makan, tapi seneng banget pamer kalo walopun dia makan banyak, beratnya gak bakal naik. KAN NGEHEK.

yang paling kurang dalam hidup saya mungkin masih masalah basi sepanjang jaman: OLAHRAGA. sori, untuk makan sayur gak masuk itungan karena saya mengganti sayur dengan buah. gak boleh protes.

kalo belom olahraga sih jangan berharap lebih, hiks.

tapi terus gak olahraga juga sampe sekarang...

terus cuma wacana...

terus sepatu olahraganya dimakan rayap...


*eh



saya percaya sih, kalo tubuh diperlakukan baik, hasilnya akan baik juga. karma does exist. makanya sebisa mungkin disayang-sayang dan RAJIN CEK KADAR GULA DAN KOLESTEROL. tahun lalu sempet ngecek, masih normal alhamdulillah. dulu sih masih barbar makannya, sekarang mudah-mudahan masih tetep normal.

my goal is living a healthy life. kurus mah cuma bonus (ini agak agak give up). udah jarang banget minum minuman manis, makan nasi putih, sama makan gorengan. yang kayak gini wajib diterusin! weekdays harus bebas dari makanan gak berguna karena pas weekend biasanya makan agak gak terkontrol. haha.

next plans:

  1. cek gula darah dan kolesterol. (di mall biasanya banyak dan murah)
  2. cari info sebanyak-banyaknya tentang how to fix slow metabolism.


wish me luck!

Wednesday, January 21, 2015

#OneMonthProductivityPlan

#OneMonthProductivityPlan adalah sebuah gerakan *halah* untuk menjadi lebih produktif yang digagas oleh….saya sendiri. Hehe.

Kemaren, beberapa detik setelah saya menghabiskan kopi di tengah-tengah mengikuti kuliah seminar akuntansi, saya tiba-tiba kepikiran untuk jadi lebih positif dan produktif di tahun ini. Efek kopi emang suka gitu ya, suka bikin semangat dan munculin ide-ide baru di kepala. That’s why I love it soooooo much! Ide yang muncul saat itu adalah, bagaimana menambah produktivitas di tahun yang baru, dengan melakukan beberapa kegiatan positif yang akhirnya akan menambah value pada diri saya. Wow, sounds exciting. Sebenernya sih cuma pengen bikin janji dan komitmen pada diri sendiri agar nggak males-malesan aja. Makanya, disusunlah sebuah rencana yang rencananya akan dituntaskan selama satu bulan (dan bulan berikutnya, dan berikutnya, dan berikutnya), dengan detail kinerja yang terukur. Disinilah #OneMonthProductivityPlan bermula.

Isi dari #OneMonthProductivityPlan gak perlu yang muluk-muluk, yang penting achievable dan enjoyable, sesuai passion dan hobi masing-masing. #OneMonthProductivityPlan bisa jadi sub-resolusi dari keseluruhan resolusi kamu di tahun 2015. #OneMonthProductivityPlan gak harus strict, tapi jangan sampe pelaksanaannya di bawah target. Kalo di atas target justru lebih bagus. Jika pada akhir bulan #OneMonthProductivityPlan terpenuhi atau melebihi target, di bulan berikutnya akan ada revisi rencana. Kamu bisa tambahkan targetnya, atau bisa juga tambahkan jenis output yang kamu mau (halah bahasanya yaaaa :p). ini juga buat ngetes sejauh mana komitmen dan konsistensi kamu dalam hal-hal kecil yang pada dasarnya adalah hal yang kamu sukai.

So, here’s my #OneMonthProductivityPlan:
  1. Rekaman dan upload soundcloud minimal sebulan sekali.
  2. Bikin youtube channel dan bikin video minal sebulan sekali.
  3. Nulis di blog minimal sebulan dua kali.
  4. Menyelesaikan minimal satu buah buku berbahasa inggris.

Udah, gitu doang. Simple dan menyenangkan, kan? :)
Agak gemeteran sih nulis nomor satu dan dua, soalnya butuh lokasi dan sumber daya yang datangnya dari luar. Harus berkolaborasi dengan musisi (hmm) kampus saya yang jadwalnya lumayan padat (bohong ding, sebenernya kapan aja bisa asal si musisi gak sibuk pacaran hahaa).

Kalo bulan ini terpenuhi semua, bulan depan list #OneMonthProductivityPlan mau ditambah lagi. Biar ada kegiatan bermutu aja sih. Gak ngak ngok merenungi tugas dan (soon) skripsi. Semoga istiqomah. Postingan ini juga pemenuhan rencana nomer 3, yang nomer 4 baru akan dilaksanakan pas weekend nanti. Harus dikebut soalnya Januari tinggal hitungan hari. Hahaha.

Rencananya pengen bikin #OneMonthHealthyLifePlan, tapi paling isinya cuma satu: olahraga minimal seminggu sekali. Sungguh aku takut berkomitmen kalo udah nyinggung-nyinggung olahraga -___-, jadinya pending dulu sampai…..waktu yang tidak bisa ditentukan :p.


So, I dare you to make #OneMonthProductivityPlan! Si kiki aja udah bikin, loh (ayo ki diposting di blog dong punya kamu). Kamu berani, nggak? :)

Saturday, January 10, 2015

jatuh cinta di umur 25

disclaimer: postingan ini akan sangat cheesy sekali.

bismillah.
satu alasan yang bikin saya nafsu menulis di blog biasanya karena barusan baca blog orang. tulisannya bagus, enak dibaca. bahasanya asik, ringan, tapi sarat makna. saya suka membaca blog-blog yang bercerita tentang daily life. lebih ringan aja, rasanya. saya jadi tau cerita kehidupan orang-orang di luar sana. how they manage their day, how they deal with bad day, and how they celebrate their big day. beberapa kisah sedih bikin saya merasa lebih bersyukur. beberapa kisah bahagia bikin saya percaya: kebahagiaan tiap orang beda-beda dosisnya, tergantung tingkat kesyukuran diri masing-masing.

saat ini, siang yang terik di bintaro, saya berkeinginan menulis sebuah postingan sederhana. katakanlah postingan yang ditulis dalam suasana hati yang sedang tidak bersahabat. PMS, kalo pengen tau. iyain aja ya, biar cepet. saya kepengen nulis karena saya stuck di materi Seminar Akun: PSAK 50, yang harus saya presentasikan di minggu depan. pelajaran akuntansi adalah mata kuliah yang paling tidak saya senangi. principle accounting, intermediate, advance, akuntansi manajemen, akuntansi pemerintahan, seminar akuntansi pemerintahan, teori akuntansi, akuntansi biaya. hell, i hate them all :(. sulit rasanya menjadi mahasiswa di sekolah tinggi akuntansi kalo kamu gak suka akuntansi. jadilah saya termasuk golongan minoritas, yang cuma suka mata kuliah tidak begitu penting (mungkin) seperti Budaya Nusantara. itulah mengapa, tugas-tugas akuntansi selalu bikin saya stres luar biasa. belum baca materinya aja udah stres bukan kepalang, apalagi pas baca materi. help me, God.

postingan ini akan agak menjijikkan, seperti yang udah saya tulis di awal. kenapa? saya sedikit ingin berbicara masalah hati. pret. udah, close tab aja kalo gak mau baca. hehe. bukan, saya bukan sedang jatuh hati, bukan pula sedang patah hati. saya sedang berada pada titik hati yang tidak merasakan apa-apa. pernah? rasanya tuh ya, biasa aja. liat orang mesra-mesraan ya biasa aja. liat orang yang baru putus kok pengen mengumpat "dih, alay bener. udah umur 25 juga.'. melihat orang yang sudah berkeluarga jadi biasa aja. melihat yang tiap hari update foto bayinya pun, sudah biasa aja. denger orang tua nanya 'kapan kawin' pun kayak denger jingle iklan Mastin: bosen tapi yaudahlah ya. semua hal ini kadang-kadang bikin ngeri, apakah saya sampai di titik hopeless, atau saya memang sedang berusaha percaya dengan rencana baik yang masih jadi rahasia Tuhan.

di umur 25, seorang wanita biasanya dicap harus sudah berumah tangga. teman-teman kampus saya lebih jago malah, beberapa ada yang anaknya udah dua. bukan kembar, emang udah dua kali melahirkan. bukan MBA, emang menikah muda. berada di sekeliling orang-orang yang hobinya kawin cepet emang agak jiper di awal. gileee, abis wisuda langsung ke KUA. yang pacaran semasa kuliah pokoknya rata-rata langsung akad nikah. prok prok prok. kedewasaan mereka jauh di atas saya. menikah bukan hal gampang, kan? menikah bukan cuma resepsi. kalo dulu saya pengen banget nikah karena 'ih mau ngapain lagi, udah PNS gini apalagi yang dicari?', sekarang jadi mikir beribu kali. menikah gak cuma hidup bareng lelaki yang kita cintai, tapi harus tegar berurusan dengen masalah-masalah yang sepanjang hari nempel di kita. sebut aja masalah rumah yang harganya makin mahal tak tau diri. belum lagi untuk teman-teman satu kampus, masalah membeli rumah artinya menentukan di mana homebase mereka. penempatan berbeda instansi, berbeda pulau, bahkan berbeda zona waktu bikin sakit perut kalo dipikir-pikir. mau tinggal di mana? ikut suami nggak gampang lho kalo beda instansi. kalo suami penempatan di remote area, mending istri stay di tempat kerja asal aja yang lebih beradab soalnya kasian kalo hamil dan punya anak nanti. daerah asal suami dan istri juga berbeda, satu bisa di Jawa, satu bisa di Sulawesi sana. mau mendekat ke orang tua siapa? kapan waktu ketemu? apakah sebulan sekali, apakah dua bulan sekali, apakah hanya pas idul fitri? mahalnya biasa transportasi jadi pikiran lagi. sungguhlah, gaji dan tunjangan PNS jadi gak terasa kalau jaraknya sedemikian jauh. bingung lagi, mikir lagi, muter otak lagi. see? menikah gak cuma resepsi.

saya memberikan contoh di atas karena saya awalnya berkeinginan untuk menikah (kalau bisa) dengan teman sealumni. kenapa? karena saya merasa mereka keren. saya udah tau pasti latar belakang keluarganya. saya udah bisa menebak jalan pikirannya gimana. saya udah bisa tau kehidupan pekerjaan beserta gaji-gajinya. saya merasa 'paling aman' kalo menikah dengan golongan-golongan alumni kampus saya. tetapi makin kesini, ternyata preferensi saya berubah. saya jadi berat banget membayangkan kalo tempat kerja tidak satu kota, penghasilan cuma mengandalkan gaji bulanan, satu atap dengan orang yang berlatar belakang pekerjaan yang sama. saya takut mati bosan harus berhadapan dengan orang-orang seperti yang ada di kantor saya. saya takut tidak tambah pintar dan berkembang. saya pada akhirnya merasa teman-teman kampus saya udah gak keren lagi. mereka udah settle dengan ke-PNS-annya, sebagian kelihatan berhenti mengembangkan diri. mereka gak punya mimpi selain naik pangkat dan jadi pejabat. bagus sih, cuma... saya gak bisa melihat itu sebagai sesuatu yang saya kagumi lagi. (tapi bukan berarti saya gak mau kalo dilamar sama temen se-kampus ya. kalo hati udah memilih, insyaAllah yang lain bisa dikompromiin.)

makanya saya merasa jatuh cinta di umur 25 itu suliiiiitttt sekali. mungkin emang pada dasarnya saya gak gitu hobi jatuh cinta. sesekali aja biar gak sering patah hati. menjadi orang perfeksionis itu menyebalkan kadang-kadang, it's hard to deal with flaws. gampang gak sukanya dibanding suka. gampang ilfil. jahat kan? that's why saya susah punya pasangan. karena banyak nuntut mungkin ya. *sigh*

but, believe me, pria-pria yang pernah saya kencani bukanlah pria-pria yang 'waw, luar biasa'. mereka cuma pria biasa-biasa aja (yaa, sesuai lah sama saya, yang gak out of my league) yang mungkin pernah saya sukai dari awal pertemenan kami (jarang-jarang loh saya suka sama orang). saya gakbisa memaksa diri untuk menyukai orang yang dari awal aja udah gak bikin berdebar. saya gak suka melanjutkan obrolan dengan orang-orang yang gak bisa bikin saya mesem-mesem. gak bisa pokoknya. itulah mengapa kalian jarang ngeliat saya di-pdkt-in (padahal mah banyak). biasanya saya udah tegas nolak pas percobaan pertama, mungkin dengan waktu 1-2 hari pas pdkt dimulai, saya udah menjauh. saya gak bisa bikin orang merasa mereka punya kesempatan. lebih menyakitkan, bukan? mending saya tolak di awal. saya pun gak sanggup soalnya mau berbaik hati sama orang yang gak ada niat buat saya kasih hati.

ah. panjang bener tulisan ini.

intinya, saya lagi bingung kenapa semakin kesini, cinta-cintaan semakin complicated. urusan mencari jodoh jadi gak sesimpel waktu dulu: liat tampang dan sifatnya. kadang-kadang liat dompetnya. sekarang banyak banget pertimbangannya. kerja di mana? latar belakang keluarga? bertanggung jawab gak ya? mau punya anak gak ya? bakat selingkuh gak? semangat kerja? gajinya? masih suka kongkow-kongkow gak? prestasi kerja gimana? tinggal di mana? keluarganya tinggal di mana? nanti abis nikah mau tinggal di mana? keberatan gak kalo saya penggennya meliharkan cesar? keberatan gak kalo homebasenya ikut orang tua saya aja? gimana dia kalo marah? marah gak kalo saya gak cantik tanpa makeup? marah gak kalo saya bisanya cuma masak sarden? panik gak kalo diminta resepsi gede? rela gak kalo saya yang megang semua duit? dan terakhir: siap gak buat berkomitmen seumur hidup (gak, saya gak mau berharap bisa dicintai seumur hidup) sama saya?

baru setelah itu mempertimbangkan rupanya, selera musiknya, dan bisa main gitar apa gak. standar seperti masa remaja.

see? saya nuntutnya banyak banget kan? saya berani begitu karena sebenernya saya posesif dan overprotektif. dan saya sama sekali tidak keberatan untuk diperlakukan sama. semogaaaaa aja dikasih Tuhan jodoh yang baik. semoga dikasih jodoh di waktu yang tepat.


gimana? capek bacanya? ini pertama kali saya berani nulis tentang beginian loh. gak sedikit yang nanya: 'kamu tuh tipenya kayak apa sih?'. males aja jawabnya, paling cuma jawab: yang baik, mapan, tampan. saya males orang mengira standar saya ketinggian. padahal kan saya pengen nyari yang bener-bener pas, klik, cocok, yang saya gak berkeberatan untuk hidup bareng-bareng sampe nanti. yang semua kekurangannya bisa saya tolerir, yang bisa menerima saya apa adanya (yeay, klise).

jadi, jatuh cinta itu tiba-tiba apa gimana sih? jatuh cinta di umur 25 itu gimana sih caranya?

Wednesday, December 31, 2014

people will always judge you no matter how good you are.

they will say some very bad things about your dull and full of acne face no matter how hard you've been trying to have some medications or expensive skin care.
they will always give mean opinions about your fat body no matter how hard you've been trying to reduce your meal's portion and exercise every day.
they will always laugh at your lame-fashion-style just because you dont buy unnecessary fashion things like them.

the will always have their own definition of 'beautiful'. they say it should be skinny body, expensive bags, high-end jewelry, branded clothes, and a bag-full-of-makeup-that-you-dont-always-use-in-daily-life-but-still-have-to-own-them-for-the-sake-of-being pretty.

let them be. let them judge you. let them laugh. let the haughtiness of defining beautiful engrosses them. let them perceive they are okay enough to judge.

all you need to do is just be kind, because that's the only thing they do not possess.

Saturday, December 20, 2014

i am sorry for my bad english

past me was easy to get amazed with beautiful melody played by band's player. i worship anak band so seriously. recent me is so easy fall in love with good writing, especially those that written in english.

you know what? i was good in english when i was at senior high school (i'll define 'good' as an above average level for students at my school). i participated in some english contest like speech contest and even *cough*, debate contest on ALSA (UI). sounds wow, right? unfortunately, i never improved my english since i graduated from school. i become so stupid and hardly understand english. *cry*

lately i've been adoring some writings or blogs or short article or whatever written in english by people from my country, especialy by those who regularly speak and write ini english in their daily life. i've found it interesting to learn english AGAIN after a very long time 'ignorance'-phase. yes, i dont think english that important anymore after i got dizzt studied accounting in college. but now i realized that someday i want to be good in writing and speaking english. i want to be able to understand english in every lyrics i hear, every movies i watch without subtitle, every words people say, bla bla bla, i want to be free from not knowing how to speak and write in english (what do people call it? fluent?). 

but sometines i get confuse how to start it. writing this post maybe become a very first start although i put too much grammar errors in this post (i am sk sorry, dear grammar police). so, in a very humble way, i'd like to ask you all, people with good sense in english, to give me some advices or references about how to improve my ability in english for people at MY AGE ( i always think im too old for learning from the start, ugh). if you dont mind, please fill the comment below. every advice is highly appreciated.

(if you find some errors in my post, please kindly correct it).

thank you for reading. :)

Tuesday, December 9, 2014

kok ngeblog lagi?

iya, kenapa ya? perasaan terakhir ngeblog itu bulan Maret. pas belom mulai masuk kuliah D4 lagi. selama Maret-November gak kepikiran sama sekali buat posting di sini. kebanyakan tugas kuliah? nggak juga. padahal sinyal di bintaro oke banget, kok gak ngeblog? alesannya cuma satu: males.

males ngeblog karena gak terbiasa lagi buat bikin tulisan panjang. udah ada twitter, cukup sekalimat dua kalimat. jadi gak produktif untuk bikin satu cerita lengkap dari awal sampe simpulan. efeknya? tentu ke tugas kuliah. kok bisa? bisa dong. tugas paper dari dosen jadi gak bagus aja bikinnya. sering tiba-tiba wordless, gak ngerti mau merangkai kalimat yang gimana lagi saking jarangnya nulis. bawaannya pengen udahan aja terus. gak maksimal lah.

karena sebentar lagi masuk semester 9, yaitu semester keramat bagi mahasiswa D4 reguler, maka saya harus mulai gladi resik nulis-nulis lagi. skripsi, bro. mbayanginnya aja pengen nangis karena agak agak parno sama omongan orang. gimana ngalaminnya nanti? gimana kalo sampe di semester 9 saya belom nyiapin apa-apa? ngeri gak tuh..

judul dan tema skripsi sih emang belom kepikiran. tapi belajar buat nulis dan menuangkan pemikiran udah harus mulai dilatih. belajar EYD juga harusnya. biar gak banyak yang dicoret pas nanti ketemu dosen pembimbing. belajar bikin kalimat-kalimat baku yang enak dibaca dan dipahami biar nanti udah terbiasa dan gak kehilangan kata-kata lagi. walaupun di blog ini saya gak nulis berdasarkan aturan penulisan yang berlaku umum, seenggaknya saya mulai biasain diri saya buat nulis nulis dan nulis.

ayo dimulai gladi resiknya! masih setengah semester menuju skripsi, mudah-mudahan dimudahkan (asal kita berusaha). aamiin.

Monday, December 8, 2014

3kgs to go!

kok dikit?
percayalah, bagi orang bebal seperti saya, tiga kilogram itu banyak sekali.


09 Desember 2014

Sunday, December 7, 2014

tentang resolusi

bukan resolusi 2015, saya bahkan belom nyoba bikin mau ngapain aja nanti di 2015. ini tentang resolusi 2014. saya agak lupa sebenernya, apa aja yang udah saya impikan di tahun lalu dan apa aja yang udah tercapai. ternyata?

mungkin karena belom serius, bikin resolusi biar kelihatan kece aja. bikin resolusi yang gak kongkret penjabaran definisinya, penjelasan langkah-langkahnya, timeline targetnya, bla bla bla. resolusi kayaknya bukan cuma sebaris dua baris kalimat, deh. harus lebih serius dan lebih rinci (duh, peer buat resolusi 2015).

tentang resolusi 2014 (yang agak kurang greget), sudah 50% tercapai. alhamdulillah. resolusi 2014 saya isinya terlalu global. ya masak saya nulis 'famous', sih? famous sebagai apa? di lingkup apa? hahaha. selain itu, saya juga menulis 'sehat'. duh, lagi-lagi ini gak cocok dimasukin ke resolusi 2014 ya, bukan karena saya gak mau sehat loh (udah gak mau lagi lah kena DB-tipes pas UTS semester 7 T___T), tapi karena sehat itu harusnya life-time goal. harus sehat tiap hari. gimana caranya? ini yang gak dijelasin di resolusinya. nanti bikin yang lebih komprehensif ya, yin!

karena 2014 sudah mau habis, saya ingin membuat resolusi kecil dalam rangka menutup tahun. jujur saja, saat ngeliat 'orang luar' (temen-temen selain temen kampus dan temen-temen sesama PNS), saya merasa agak jauh ketinggalan. dari segi apa? banyak. kualitas diri, kemampuan bersosialisasi, keberanian berkomunikasi, kreatifitas, intelejensi, pola pikir gaya hidup, dan lain sebagainya. banyak yang lebih luar biasa dan kayaknya saya selama ini main aman di comfort zone. bahaya, kan? mesti banyak-banyak bergaul sama orang yang latar belakang dan profesinya berbeda jauh dengan saya. mesti banyak-banyak buka mata.

dengan rasa ketertinggalan yang saya miliki, saya berharap bisa memperbaiki 2014 yang sejauh ini sudah cukup menyenangkan dan penuh kejutan dengan beberapa program kecil sebagai berikut:

1. healthy life. mulai olahraga at least jogging jogging kece atau aerobik. wajib banget lah ini.
2. ngurang-ngurangin kopi. sebenernya pengen ngurangin gula sih tujuannya. sejauh ini udah bisa minum air putih doang tiap makan di luar. tinggal ngilangin kopinya biar bener-bener gak mengkonsumsi gula yang terlalu berlebihan dari minuman manis. agak berat. eh, berat banget. tapi harus bisa.
3. membaca. ya paling gak baca blog-blog dari luar yang isinya bermanfaat biar jago juga bahasa enggresnya. gak maju-maju dari jaman kuliah nih.
4. less care. ini gimana ya.. saya sih orangnya kepo bin curios bin bossy. pengen semua saya yang ngatur. dasar perfeksionis. gak bagus takut bikin orang gak nyaman. tapi gak sreg kalo liat sesuatu gak diurusin bener-bener. semoga bisa sedikit cuek dan gak terlaau pusing mikirin orang. biar agak santai hidupnya. hehe.

dari empat prioritas di atas, semoga bisa dicapai semuanya ya. semoga konsisten dan gak turun semangatnya. go go go! :)