- Rekaman dan upload soundcloud minimal sebulan sekali.
- Bikin youtube channel dan bikin video minal sebulan sekali.
- Nulis di blog minimal sebulan dua kali.
- Menyelesaikan minimal satu buah buku berbahasa inggris.
Wednesday, January 21, 2015
#OneMonthProductivityPlan
Saturday, January 10, 2015
jatuh cinta di umur 25
bismillah.
satu alasan yang bikin saya nafsu menulis di blog biasanya karena barusan baca blog orang. tulisannya bagus, enak dibaca. bahasanya asik, ringan, tapi sarat makna. saya suka membaca blog-blog yang bercerita tentang daily life. lebih ringan aja, rasanya. saya jadi tau cerita kehidupan orang-orang di luar sana. how they manage their day, how they deal with bad day, and how they celebrate their big day. beberapa kisah sedih bikin saya merasa lebih bersyukur. beberapa kisah bahagia bikin saya percaya: kebahagiaan tiap orang beda-beda dosisnya, tergantung tingkat kesyukuran diri masing-masing.
saat ini, siang yang terik di bintaro, saya berkeinginan menulis sebuah postingan sederhana. katakanlah postingan yang ditulis dalam suasana hati yang sedang tidak bersahabat. PMS, kalo pengen tau. iyain aja ya, biar cepet. saya kepengen nulis karena saya stuck di materi Seminar Akun: PSAK 50, yang harus saya presentasikan di minggu depan. pelajaran akuntansi adalah mata kuliah yang paling tidak saya senangi. principle accounting, intermediate, advance, akuntansi manajemen, akuntansi pemerintahan, seminar akuntansi pemerintahan, teori akuntansi, akuntansi biaya. hell, i hate them all :(. sulit rasanya menjadi mahasiswa di sekolah tinggi akuntansi kalo kamu gak suka akuntansi. jadilah saya termasuk golongan minoritas, yang cuma suka mata kuliah tidak begitu penting (mungkin) seperti Budaya Nusantara. itulah mengapa, tugas-tugas akuntansi selalu bikin saya stres luar biasa. belum baca materinya aja udah stres bukan kepalang, apalagi pas baca materi. help me, God.
postingan ini akan agak menjijikkan, seperti yang udah saya tulis di awal. kenapa? saya sedikit ingin berbicara masalah hati. pret. udah, close tab aja kalo gak mau baca. hehe. bukan, saya bukan sedang jatuh hati, bukan pula sedang patah hati. saya sedang berada pada titik hati yang tidak merasakan apa-apa. pernah? rasanya tuh ya, biasa aja. liat orang mesra-mesraan ya biasa aja. liat orang yang baru putus kok pengen mengumpat "dih, alay bener. udah umur 25 juga.'. melihat orang yang sudah berkeluarga jadi biasa aja. melihat yang tiap hari update foto bayinya pun, sudah biasa aja. denger orang tua nanya 'kapan kawin' pun kayak denger jingle iklan Mastin: bosen tapi yaudahlah ya. semua hal ini kadang-kadang bikin ngeri, apakah saya sampai di titik hopeless, atau saya memang sedang berusaha percaya dengan rencana baik yang masih jadi rahasia Tuhan.
di umur 25, seorang wanita biasanya dicap harus sudah berumah tangga. teman-teman kampus saya lebih jago malah, beberapa ada yang anaknya udah dua. bukan kembar, emang udah dua kali melahirkan. bukan MBA, emang menikah muda. berada di sekeliling orang-orang yang hobinya kawin cepet emang agak jiper di awal. gileee, abis wisuda langsung ke KUA. yang pacaran semasa kuliah pokoknya rata-rata langsung akad nikah. prok prok prok. kedewasaan mereka jauh di atas saya. menikah bukan hal gampang, kan? menikah bukan cuma resepsi. kalo dulu saya pengen banget nikah karena 'ih mau ngapain lagi, udah PNS gini apalagi yang dicari?', sekarang jadi mikir beribu kali. menikah gak cuma hidup bareng lelaki yang kita cintai, tapi harus tegar berurusan dengen masalah-masalah yang sepanjang hari nempel di kita. sebut aja masalah rumah yang harganya makin mahal tak tau diri. belum lagi untuk teman-teman satu kampus, masalah membeli rumah artinya menentukan di mana homebase mereka. penempatan berbeda instansi, berbeda pulau, bahkan berbeda zona waktu bikin sakit perut kalo dipikir-pikir. mau tinggal di mana? ikut suami nggak gampang lho kalo beda instansi. kalo suami penempatan di remote area, mending istri stay di tempat kerja asal aja yang lebih beradab soalnya kasian kalo hamil dan punya anak nanti. daerah asal suami dan istri juga berbeda, satu bisa di Jawa, satu bisa di Sulawesi sana. mau mendekat ke orang tua siapa? kapan waktu ketemu? apakah sebulan sekali, apakah dua bulan sekali, apakah hanya pas idul fitri? mahalnya biasa transportasi jadi pikiran lagi. sungguhlah, gaji dan tunjangan PNS jadi gak terasa kalau jaraknya sedemikian jauh. bingung lagi, mikir lagi, muter otak lagi. see? menikah gak cuma resepsi.
saya memberikan contoh di atas karena saya awalnya berkeinginan untuk menikah (kalau bisa) dengan teman sealumni. kenapa? karena saya merasa mereka keren. saya udah tau pasti latar belakang keluarganya. saya udah bisa menebak jalan pikirannya gimana. saya udah bisa tau kehidupan pekerjaan beserta gaji-gajinya. saya merasa 'paling aman' kalo menikah dengan golongan-golongan alumni kampus saya. tetapi makin kesini, ternyata preferensi saya berubah. saya jadi berat banget membayangkan kalo tempat kerja tidak satu kota, penghasilan cuma mengandalkan gaji bulanan, satu atap dengan orang yang berlatar belakang pekerjaan yang sama. saya takut mati bosan harus berhadapan dengan orang-orang seperti yang ada di kantor saya. saya takut tidak tambah pintar dan berkembang. saya pada akhirnya merasa teman-teman kampus saya udah gak keren lagi. mereka udah settle dengan ke-PNS-annya, sebagian kelihatan berhenti mengembangkan diri. mereka gak punya mimpi selain naik pangkat dan jadi pejabat. bagus sih, cuma... saya gak bisa melihat itu sebagai sesuatu yang saya kagumi lagi. (tapi bukan berarti saya gak mau kalo dilamar sama temen se-kampus ya. kalo hati udah memilih, insyaAllah yang lain bisa dikompromiin.)
makanya saya merasa jatuh cinta di umur 25 itu suliiiiitttt sekali. mungkin emang pada dasarnya saya gak gitu hobi jatuh cinta. sesekali aja biar gak sering patah hati. menjadi orang perfeksionis itu menyebalkan kadang-kadang, it's hard to deal with flaws. gampang gak sukanya dibanding suka. gampang ilfil. jahat kan? that's why saya susah punya pasangan. karena banyak nuntut mungkin ya. *sigh*
but, believe me, pria-pria yang pernah saya kencani bukanlah pria-pria yang 'waw, luar biasa'. mereka cuma pria biasa-biasa aja (yaa, sesuai lah sama saya, yang gak out of my league) yang mungkin pernah saya sukai dari awal pertemenan kami (jarang-jarang loh saya suka sama orang). saya gakbisa memaksa diri untuk menyukai orang yang dari awal aja udah gak bikin berdebar. saya gak suka melanjutkan obrolan dengan orang-orang yang gak bisa bikin saya mesem-mesem. gak bisa pokoknya. itulah mengapa kalian jarang ngeliat saya di-pdkt-in (padahal mah banyak). biasanya saya udah tegas nolak pas percobaan pertama, mungkin dengan waktu 1-2 hari pas pdkt dimulai, saya udah menjauh. saya gak bisa bikin orang merasa mereka punya kesempatan. lebih menyakitkan, bukan? mending saya tolak di awal. saya pun gak sanggup soalnya mau berbaik hati sama orang yang gak ada niat buat saya kasih hati.
ah. panjang bener tulisan ini.
intinya, saya lagi bingung kenapa semakin kesini, cinta-cintaan semakin complicated. urusan mencari jodoh jadi gak sesimpel waktu dulu: liat tampang dan sifatnya. kadang-kadang liat dompetnya. sekarang banyak banget pertimbangannya. kerja di mana? latar belakang keluarga? bertanggung jawab gak ya? mau punya anak gak ya? bakat selingkuh gak? semangat kerja? gajinya? masih suka kongkow-kongkow gak? prestasi kerja gimana? tinggal di mana? keluarganya tinggal di mana? nanti abis nikah mau tinggal di mana? keberatan gak kalo saya penggennya meliharkan cesar? keberatan gak kalo homebasenya ikut orang tua saya aja? gimana dia kalo marah? marah gak kalo saya gak cantik tanpa makeup? marah gak kalo saya bisanya cuma masak sarden? panik gak kalo diminta resepsi gede? rela gak kalo saya yang megang semua duit? dan terakhir: siap gak buat berkomitmen seumur hidup (gak, saya gak mau berharap bisa dicintai seumur hidup) sama saya?
baru setelah itu mempertimbangkan rupanya, selera musiknya, dan bisa main gitar apa gak. standar seperti masa remaja.
see? saya nuntutnya banyak banget kan? saya berani begitu karena sebenernya saya posesif dan overprotektif. dan saya sama sekali tidak keberatan untuk diperlakukan sama. semogaaaaa aja dikasih Tuhan jodoh yang baik. semoga dikasih jodoh di waktu yang tepat.
gimana? capek bacanya? ini pertama kali saya berani nulis tentang beginian loh. gak sedikit yang nanya: 'kamu tuh tipenya kayak apa sih?'. males aja jawabnya, paling cuma jawab: yang baik, mapan, tampan. saya males orang mengira standar saya ketinggian. padahal kan saya pengen nyari yang bener-bener pas, klik, cocok, yang saya gak berkeberatan untuk hidup bareng-bareng sampe nanti. yang semua kekurangannya bisa saya tolerir, yang bisa menerima saya apa adanya (yeay, klise).
jadi, jatuh cinta itu tiba-tiba apa gimana sih? jatuh cinta di umur 25 itu gimana sih caranya?
Wednesday, December 31, 2014
they will say some very bad things about your dull and full of acne face no matter how hard you've been trying to have some medications or expensive skin care.
they will always give mean opinions about your fat body no matter how hard you've been trying to reduce your meal's portion and exercise every day.
they will always laugh at your lame-fashion-style just because you dont buy unnecessary fashion things like them.
the will always have their own definition of 'beautiful'. they say it should be skinny body, expensive bags, high-end jewelry, branded clothes, and a bag-full-of-makeup-that-you-dont-always-use-in-daily-life-but-still-have-to-own-them-for-the-sake-of-being pretty.
let them be. let them judge you. let them laugh. let the haughtiness of defining beautiful engrosses them. let them perceive they are okay enough to judge.
all you need to do is just be kind, because that's the only thing they do not possess.
Saturday, December 20, 2014
i am sorry for my bad english
Tuesday, December 9, 2014
kok ngeblog lagi?
males ngeblog karena gak terbiasa lagi buat bikin tulisan panjang. udah ada twitter, cukup sekalimat dua kalimat. jadi gak produktif untuk bikin satu cerita lengkap dari awal sampe simpulan. efeknya? tentu ke tugas kuliah. kok bisa? bisa dong. tugas paper dari dosen jadi gak bagus aja bikinnya. sering tiba-tiba wordless, gak ngerti mau merangkai kalimat yang gimana lagi saking jarangnya nulis. bawaannya pengen udahan aja terus. gak maksimal lah.
karena sebentar lagi masuk semester 9, yaitu semester keramat bagi mahasiswa D4 reguler, maka saya harus mulai gladi resik nulis-nulis lagi. skripsi, bro. mbayanginnya aja pengen nangis karena agak agak parno sama omongan orang. gimana ngalaminnya nanti? gimana kalo sampe di semester 9 saya belom nyiapin apa-apa? ngeri gak tuh..
judul dan tema skripsi sih emang belom kepikiran. tapi belajar buat nulis dan menuangkan pemikiran udah harus mulai dilatih. belajar EYD juga harusnya. biar gak banyak yang dicoret pas nanti ketemu dosen pembimbing. belajar bikin kalimat-kalimat baku yang enak dibaca dan dipahami biar nanti udah terbiasa dan gak kehilangan kata-kata lagi. walaupun di blog ini saya gak nulis berdasarkan aturan penulisan yang berlaku umum, seenggaknya saya mulai biasain diri saya buat nulis nulis dan nulis.
ayo dimulai gladi resiknya! masih setengah semester menuju skripsi, mudah-mudahan dimudahkan (asal kita berusaha). aamiin.
Monday, December 8, 2014
3kgs to go!
percayalah, bagi orang bebal seperti saya, tiga kilogram itu banyak sekali.
09 Desember 2014
Sunday, December 7, 2014
tentang resolusi
mungkin karena belom serius, bikin resolusi biar kelihatan kece aja. bikin resolusi yang gak kongkret penjabaran definisinya, penjelasan langkah-langkahnya, timeline targetnya, bla bla bla. resolusi kayaknya bukan cuma sebaris dua baris kalimat, deh. harus lebih serius dan lebih rinci (duh, peer buat resolusi 2015).
tentang resolusi 2014 (yang agak kurang greget), sudah 50% tercapai. alhamdulillah. resolusi 2014 saya isinya terlalu global. ya masak saya nulis 'famous', sih? famous sebagai apa? di lingkup apa? hahaha. selain itu, saya juga menulis 'sehat'. duh, lagi-lagi ini gak cocok dimasukin ke resolusi 2014 ya, bukan karena saya gak mau sehat loh (udah gak mau lagi lah kena DB-tipes pas UTS semester 7 T___T), tapi karena sehat itu harusnya life-time goal. harus sehat tiap hari. gimana caranya? ini yang gak dijelasin di resolusinya. nanti bikin yang lebih komprehensif ya, yin!
karena 2014 sudah mau habis, saya ingin membuat resolusi kecil dalam rangka menutup tahun. jujur saja, saat ngeliat 'orang luar' (temen-temen selain temen kampus dan temen-temen sesama PNS), saya merasa agak jauh ketinggalan. dari segi apa? banyak. kualitas diri, kemampuan bersosialisasi, keberanian berkomunikasi, kreatifitas, intelejensi, pola pikir gaya hidup, dan lain sebagainya. banyak yang lebih luar biasa dan kayaknya saya selama ini main aman di comfort zone. bahaya, kan? mesti banyak-banyak bergaul sama orang yang latar belakang dan profesinya berbeda jauh dengan saya. mesti banyak-banyak buka mata.
dengan rasa ketertinggalan yang saya miliki, saya berharap bisa memperbaiki 2014 yang sejauh ini sudah cukup menyenangkan dan penuh kejutan dengan beberapa program kecil sebagai berikut:
1. healthy life. mulai olahraga at least jogging jogging kece atau aerobik. wajib banget lah ini.
2. ngurang-ngurangin kopi. sebenernya pengen ngurangin gula sih tujuannya. sejauh ini udah bisa minum air putih doang tiap makan di luar. tinggal ngilangin kopinya biar bener-bener gak mengkonsumsi gula yang terlalu berlebihan dari minuman manis. agak berat. eh, berat banget. tapi harus bisa.
3. membaca. ya paling gak baca blog-blog dari luar yang isinya bermanfaat biar jago juga bahasa enggresnya. gak maju-maju dari jaman kuliah nih.
4. less care. ini gimana ya.. saya sih orangnya kepo bin curios bin bossy. pengen semua saya yang ngatur. dasar perfeksionis. gak bagus takut bikin orang gak nyaman. tapi gak sreg kalo liat sesuatu gak diurusin bener-bener. semoga bisa sedikit cuek dan gak terlaau pusing mikirin orang. biar agak santai hidupnya. hehe.
dari empat prioritas di atas, semoga bisa dicapai semuanya ya. semoga konsisten dan gak turun semangatnya. go go go! :)
Tuesday, December 31, 2013
bye, 2013!
31 Desember 2013. alhamdulillah.
nyampe juga di akhir tahun dengan selamat dan bahagia. hehe. ayok kita review pencapaian di 2013:
1. mutasi ke homebase.
alhamdulillah banget. puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. udah dijanjiin sejak lama, eh terkabul di akhir Januari 2013. siapa yang nggak bahagia dikasih hadiah begini? :)
2. jadi bendahara.
well. sebenernya paling menghindar kalo ditawarin posisi ini. udah denger dan menyaksikan kondisi gak enak soalnya. tapi ya! demi untuk bergabung bersama keluarga, I took the risks. hihi. banyak yang mesti dipelajari. banyak airmata juga. masih inget pas bulan kedua bikin LPJ bendahara malah stres sampe nangis di kantor hari sabtu gara gara bingung gak ketulungan.
lah, kan bisa nanya sama orang di kantor?
if only. bener bener gak ada tempat bertanya di kantor. bendahara lama? wasnt friendly enough to be asked. akhirnya cuma ngandelin gtalk. minta bantuan temen temen dari sabang sampe merauke. tanya sana sini, gugling sana sini. akhirnya survive juga. lesson learned: dont underestimate yourself! awal jadi bendahara berasa kayak gak sanggup. ntah gak sanggup beneran, atau malah gak pede, bahkan males mencoba :p. alhamdulillah jadi banyak belajar, banyak kenal orang, banyak disebelin orang (sebagian orang mikirnya make duit itu ya tinggal dipake aja. gatau proses pertanggungjawabannya, nyocokin ke SBU-nya, matching-in akunny, ngeliat ketepatan penggunaannya, blablabla) gara gara jadi lebih susah minta duit. yaiyalah, ujug ujug beli makan lembur padahal uang makan lembur udah dibayar tiap bulan. gak bisa gitu dong.
aduh jadi panjang. haha. pokoknya jadi bendahara itu bener bener berwarna. some people might say: buat apa sih kerja banyak banyak kalo penghasilan juga sama kayak yang kerjanya main onet doang. tapi Kabu gue bilangnya: "masih muda jangan terpaku sama kerjaan itu aja. harus ngerti banyak hal. jangan mbatesin diri."
yaudah, milih denger petuah kedua dong ya? :)
3. nyanyi lagi. ngeMC lagi.
mungkin cuma acara acara kecil dan remeh ya. soalnya kebanyakan acara kantor kan formal formal kaku gitu. tapi bisa jadi hiburan lah buat gue. kangen banget bisa ngeband kayak dulu. bisa ngemsi kayak dulu. lumayan terfasilitasi lah sama beberapa event kantor. hehe. tiap ada acara pasti udah 'kontrak mati' jadi MC. karena gak ada yang lain,sebenernya. hahaha.
4. keterima DIV.
alhamdulillah. alhamdulillah. masih kaget sampe sekarang kalo inget hari pengumuman waktu itu. bersyukur banget dikasih kesempatan buat kuliah lagi. KETEMU SAHABAT SAHABAT LAGI (yang ini bener bener keajaiban luar biasa), ketemu temen band lagi!! hihi.
gak nyangka, persiapan tes yang sangat minim karena keteteran ngurus acara di kantor ( ya urusan rutin, ya event hari keuangan, huah), bolak balik ke rumah sodara di luar kota hampir tiap hari buat ngurus persiapan pernikahan sepupu. pokoknya Tuhan Maha Baik dan doa orangtua luar biasa. yang penting, nyokap sangat seneng :). walaupun respon sodara-sodara pas tau gue mau lanjutin kuliah malah: "HAH, DIA GAK MAU NIKAH APA?" :P
Segitu dulu aja ya. bingung juga mau nulis apalagi. yang pasti, bersyukur banget di 2013 ini. alhamdulillah banyak belajar, banyak rejeki, lebih kuat, dan lebih bahagia dibanding 2012.
Selamat menyambut 2014. be happier!