pagi ini saya membaca kebingungan seorang teman laki-laki lewat status facebooknya. inti dari statusnya adalah: ia bingung kenapa wanita suka bermakeup tebal.
saya juga bingung sih, kenapa wanita suka bermakeup tebal di kesempatan yang tidak tepat. tapi, yang saya tangkap dari status itu adalah: teman saya ini cuma tau dua sisi wanita, yaitu dengan maekup tebal dan tanpa makeup sama sekali.
saya lantas berkomentar: "beda lho mas, pake makeup sama pake makeup tebal, hehe."
cuma itu yang saya katakan, tidak ingin menjelaskan kenapa sebagian besar wanita suka bersolek merawat diri dan seterusnya. dijelaskan pun bukan kapasitas laki-laki untuk mengerti 100%. namun ada sebuah komentar yang sedikit menyinggung saya (ya, kadang-kadang orang gampang sakit hati saat kesukaannya dicibir). isi komentar tersebut kurang lebiih: wanita suka makeup-an karena lebih mementingkan CASING dibanding CPU. ah.
memahami keberagaman sudut pandang pengguna facebook kadang-kadang sulit. saya gak bisa marah sih kalo ada yang komentar seperti itu, tapi saya berhak memberikan tanggapan. saya kadang-kadang masih heran kenapa dalam disukusi kecil masih ada saja yang suka memberikan komentar yang sifatnya judgmental. saya sulit percaya, kecuali emang itu merupakan simpulan dari penelitian-penelitian yang sudah tervalidasi. misal, sudah ada penelitian di Jerman pada tahun sekian bahwa wanita memilih makeup wajah karena gak mau makeup hati dan kepribadiannya (walaunpun ini kayaknya gak mungkin ya). lalu, saya merespon kurang lebih: jangan sampai menghakimi tanpa dasar, nanti jadi prasangka buruk.
iya, saya berprasangka bahwa orang ini berprasangka terhadap para makeup enthusiast (but, i'm not calling myself as it). prasangka-ception. bagaimana bisa dia menuduh kami kami yang gemar sekali mengkoleksi dan bersolek dengan sebutan memenitngkan casing saja. what a shallow opinion. sedih, karena masih gampang menemukan orang yang hobinya menggeneralisir suatu fenomena.
(lalu saya mengingatkan diri saya lagi untuk tidak marah. orang kadang-kadang cuma tidak tahu. tapi ketidaktahuan itu kenapa gak bikin orang gak komentar aja ya. hmm..)
sebutlah kesukaan para wanita ini sebagai hobi. dicari alasannyapun ujung-ujungnya balik ke jawaban "gaktau, suka ajaaaa..". yasudah, bukan hak orang-orang untuk protes, komplain, melarang, dan mencibir terlebih TIDAK ADA KONTRIBUSI MATERI TERHADAP HOBI TERSEBUT. siapa kita mau melarang larang dan mencela hobi orang yang suka batu akik kalo kita gak ngongkosin hobinya? siapa kita yang mencibir hobi orang yang suka ngoleksi action figure mahal kalo kita gak bantu biayain? siapa kita yang mau ngata-ngatain orang yang maniak banget sama korea-thingy kalo kita gak ada nyumbang duit buat mereka? kalo sampe bersinggungan langsung dengan kita, bolehlah kita bersuara agak pedas. misal: si orang pinjem duit atau jahatnya nyolong duit kita buat mendanai hobinya. atau orang tersebut pasangan kita (suami/istri) yang sampe make biaya kebutuhan hidup sehari hari untuk membeli barang-barang hobinya tersebut. selain itu? just keep your mouth shut. (susah ya, saya kadang masih ngomong "gak ngerti sama yang suka blablablablabla" haha).
apapun hobi orang, asal gak ngusik kamu, gak usah didebat. biarin aja dia nyari kebahagiaan dengan cara dia sendiri. toh, kamu gak nyumbang kebahagiaan sama sekali, kan? because sometimes, hobby needs no reason. :)
Tuesday, August 11, 2015
Saturday, August 8, 2015
simple things matter
kalo hidup barengan manusia lain, tentu harus ada dong perasaan untuk tidak saling menyusahkan, kecuali kamu emang gak suka liat orang lain senang. ada hal-hal kecil yang sebenernya sangat berarti bagi orang lain, dan gak butuh tenaga besar untuk ngelakuinnya. ada tindakan sepele yang kita lakuin dan dampaknya akan sangat luar biasa.
saya sih masih memegang prinsip: berbuat baiklah sebagaimana kamu ingin diperlakukan. yang kamu perbuat adalah hal yang kamu ingin dapatkan dari orang lain. seperti karma, berbuat baik akan mendapatkan yang baik, berbuat jahat pun jangan marah kalo nantinya kita dijahatin. makhluk sosial yang pasti di sekeliling kita banyak manusianya pasti ingin hidup normal dan saling mengasihi. jangan terlalu egois, toh hak hidup kamu sama besarnya dengan orang lain. jadikan dunia tempat nyaman untuk ditinggali.
beberapa hal yang bisa saya rangkum dalam Simple Things Matter versi oyin adalah:
saya sih masih memegang prinsip: berbuat baiklah sebagaimana kamu ingin diperlakukan. yang kamu perbuat adalah hal yang kamu ingin dapatkan dari orang lain. seperti karma, berbuat baik akan mendapatkan yang baik, berbuat jahat pun jangan marah kalo nantinya kita dijahatin. makhluk sosial yang pasti di sekeliling kita banyak manusianya pasti ingin hidup normal dan saling mengasihi. jangan terlalu egois, toh hak hidup kamu sama besarnya dengan orang lain. jadikan dunia tempat nyaman untuk ditinggali.
beberapa hal yang bisa saya rangkum dalam Simple Things Matter versi oyin adalah:
- berbaik hati dengan penyebrang jalan. kita tahu kalo di Jakarta minim banget jembatan penyebrangan (yang menurut saya tempat paling aman untuk menyebrang), tapi kita masih punya zebra cross. sayangnya, zebra cross gak aja di sepanjang jalan, maksudnya kalo kita nyari zebra cross buat nyebrang, pejalan kaki pun bisa kena termasuk dalam orang-orang yang "tua di jalan". menyebrang di tempat selain zebra cross tentu tidak salah (kalau emang zebra crossnya jauh, menurut saya). namun, tidak banyak pengendara yang berbaik hati untuk memperlambat laju kendaraan supaya orang bisa nyebrang :(. sedih. saya penakut dalam hal sebrang-menyebrang ini, dan semakin sulit menemukan kendaraan yang berbaik hati memberikan jalan untuk menyebrang. bahkan mirisnya, saat di jalur lain pengendara mulai melambat, kadang ada kendaraan yang menyalakan lampu hazard sambil ngebut, tanda dia gak mempersilakan. huhuhu. jangan egois seperti ini ya, guys. kebaikan kamu sungguh akan diapresiasi oleh penyebrang jalan :)
- berterimakasih kepada pengendara yang berbaik hati memberhentikan/ memperlambat laju kendaraannya. saya seringnya jadi orang yang menyebrang, sehingga kalo ada yang sengaja memperlambat kendaraan dari jauh tuh rasanya luar biasa bahagia. baik bangeeettt. jangan lupa kalo udah dipersilakan menyebrang, berikan gesture seperti menganggukkan kepala sambil senyum atau mengucapkan terima kasih (walaupun pasti gak kedengeran). gak sadar kan hal kecil kayak gini pasti diapresiasi oleh si pengendara. bisa jadi seharian dia suntuk, bete, belom ada dikasih senyum, eh kita jadi orang pertama yang mengukir senyum di wajahnya. :')
- menjadi pengguna eskalator yang tertib. emang sih, papan petunjuk di sebelah eskalator itu cuma "hati hati, perhatikan langkah, dan awasi anak kecil/manula". tapi bukan berarti kalo gak ada instruksi tertulis jadinya kita bisa semena mena dan maruk makan tempat. lazimnya, eskalator sebelah kiri untuk orang yang cuma mau diem aja/ gak dalam keadaaan terburu buru dan eskalator sebelah kanan harus kosong agar jika ada yang ingin mendahului/ terburu buru bisa menggunakan lajur itu. gak sadar ya? dulu saya juga gitu, gak ada salahnya mulai mengubah kebiasaan. biar yang mau buru-buru gak perlu repot bilang "misi" tiap mau mendahului kita, dan kitanya gak perlu sewot merasa si pendahulu gak mau sabar di eskalator. :)
- bersempit-sempit di angkot/ KRL. saya pernah mengalami kejadian tidak mengenakkan. mungkin karena saya terlalu lebar atau mungkin orang-orang yang dulu satu angkot sama ya juga sama lebarnya. angkot kan gak bisa diatur ya luas space tempat duduk kita. kalo mau luas ya naiklah taksi. kadang ada beberapa angkot yang mau jalan kalo udah penuh (full tanpa space secenti pun). egois gak sih udah keadaan dalam angkot ramenya naudzubillah, tapi kita masih duduk ngelebarin kaki, gak mau geser sampe mentok, gak mau nahan napas biar spacenya luasan dikit (oke ini akan berakibat kamu mati). maksud gue, maksimalkanlah tempat yang ada biar semuanya kebagian duduk. kalo di KRL kan masih bisalah ya berdiri kalo gak dapet tempat duduk, nah kalo di angkot? bisa bisa kamu jongkok kayak saya pas naik angkot dari perempatan Pondok Ranji sampe depan GKI.
- gak merokok sembarangan. udah males sih saya bahas ini. kamu nahan diri untuk gak ngerokok atau cari tempat sepi buat memuaskan keinginan merokokmu bakal dapet ucapan terima kasih lahir batin, lho. serius.
- pake deodoran. WAAHH. ada ya jaman sekarang orang gak mau pake deodoran. alesannya takut bahaya lah, apalah apalah. cariiii, bacaaa, googling makanya biar tahu deodoran apa yang sehat dan gak mengandung bahaya. ada kok orang yang dianugerahkan untuk tidak memiliki body odor, but pleaaaseeee, jangan geer dulu. mungkin kamu gak termasuk orang orang spesial itu. masa bau ketek sendiri gak kecium? kalo kamu gak ngerasa penting pake deodoran, pakelah deodoran untuk orang-orang di sekitar kamu. atau at least, sering-seringlah ganti baju biar gak bau bau amat. ampun saya gak ngerti sama orang yang bertahan dengan kebauketekannya. pake deodoran hal sepele lho, jangan sampe orang ngadoin kamu deodoran saking kamu gak kena disindir.
segitu dulu deh yang bisa ditulis. semoga semakin hari kita menjadi pribadi yang semakin baik dan tidak bikin orang-orang di sekitar kita risih.
Friday, August 7, 2015
baiknya ke orang lain, ke temen sendiri boro boro.
pagi ini, seperti biasa saya mengawali hari dengan scrolling-scrolling akun instagram beauty bloggers/ beauty enthusiasts/ makeup artists dengan penuh semangat. tidak jarang, satu dua komentar saya sampaikan terkait produk yang mereka gunakan atau sekadar pujian manis akan hasil karya mereka yang memang luar biasa. secara tidak sadar, kalimat yang saya gunakan juga sangat manis. entah itu karena saya menulis di ruang publik, entah memang karena saya suka menulis hal yang manis-manis (oh tentu tidak, saya kadang judes di sosial media).
komentar-komentar yang saya tulis bernada lembut dan menyenangkan hati si pembaca, seperti:
"hai darling, you look gorgoeus"
atau
"OMG, you're so fabulous!"
atau saat ingin menanyakan sesuatu:
"hai babe, ini pake lipstik apa yaa? warnanya cantik banget, cocok di bibir kamu.. (insert emoji love di sini secara brutal)"
and so on, and so on.
mungkin, bentuk penyampaian seperti di atas memang karena they really deserve it. kebanyakan memang sudah pada level profesional sehingga kalo bibirnya cuma dikasih saospun masih kelihatan super menakjubkan. and as a normal human (who love to live socially), we love to compliment each other. gak cuma makeup, segala sesuatu yang mereka pake biasanya gampang banget mancing buat bilang:
"ihhh lucu banget (insert nama barang)-nyaaaaa! beli di mana?", dan seterusnya, dan seterusnya.
tapi entah kenapa, bentuk pujian akan dirasa lebih gampang dikeluarkan pada orang-orang yang tidak begitu dekat dengan kita atau bahkan yang tidak mengenal kita. menjaga perasaan. oke, itu perlu. menjaga hubungan baik dengan idola. oke, itu juga perlu. sampai kemudian kita lupa, orang-orang terdekat menjadi sangat jarang menerima ucapan-ucapan baik dan menyenangkan hati seperti yang kita lakukan kepada orang-orang yang bahkan tidak peduli dengan keberadaan kita (kenal elo juga nggak).
emang sih, katanya kalo udah deket banget biasanya yang keluar adalah kata-kata agak kasar (tapi jokes semata), tapi kayaknya ini lebih cocok buat para lelaki. iya kan, mereka jarang dan justru aneh kalo saling puji. sedangkan wanita katanya kalo memuji itu gak bener-bener tulus, cuma sekedar basa basi busuk biar ada bahan obrolan. tapi nggak lho, gak semuanya kayak gitu.
saya termasuk orang yang gampang banget notice kalo ada yang berbeda/ baru pada diri teman saya. misalnya, ada yang pake baju baru, atau sepatu baru, atau warna lipstik baru, bla bla bla, pasti refleks bilang "ih baru yaaa, kok lucu sih?". kemudian biasanya dilanjutkan dengan obrolan tentang harga barang tersebut, terus lokasi pembelian, terus first impression si pemilik, terus banding-bandingin dengan produk serupa, dan masih banyak hal lainnya karena wanita emang suka berbicara. menyenangkan, bukan?
duh, makin ke sini, tulisannya makin gak berlaku buat saya kayaknya.
jadi gini, ada beberapa orang yang sikapnya berbeda, bahkan cenderung lebih baik dan santun kepada orang-orang yang tidak dikenal dekat. saya gampang banget ngerasa orang yang kayak gini. ada juga yang emang "lenjeh", baiknya cuma ke lawan jenis, tapi ke sesama jenis mah boro boro. tutur kata, intonasi, dan intensitas mengobrol yang tidak sama, secara gak sadar bikin kecewa, lho. lalu kemudian bikin bingung "kita sebenernya temenan deket gak sih?". udahlah ngomong jarang, sekali ngomong seperlunya, muka masem tiap ketemu, tapi kalo ketemu orang langsung berubah, bikin sedih gak sih temen kayak gini? bukan temen aja, sodara juga kadang begitu. saya sih gampang berprasangka dan memutuskan untuk menjaga jarak, mungkin emang orangnya sudah tidak merasa butuh dan senang berteman dengan saya. tahu dirilah, gak selamanya keberadaan kita bikin nyaman.
makanya, untuk tetap menjaga hubungan baik memang perlu komunikasi yang baik, kecuali kamu emang gak mau punya hubungan baik lagi. betapa sayang, jauh jauh ngebaikin orang yang belom tentu mau nolong kamu di saat susah, terus mengabaikan orang deket yang gak perlu diragukan lagi ketulusannya. betapa gampangnya kamu ngasih senyum ke orang-orang yang gak dikenal, ngasih sapa ke teman-teman yang cuma dikenal wajahnya, tapi ke temen sendiri kayak gak ngerasa perlu kayak gitu. iya sih, temen baik emang gak bakal pergi. tapi gak salah loh ngasih sedikit compliment, saling dukung, dan memuji hal hal kecil. aneh emang buat hubungan pertemanan yang dari dulu gak biasa saling complimenting each other, but trust me, sometimes it works to make relationship last longer.
my word is, jangan suka kebalik dalam memperlakukan orang, you dont know how hurt it could be knowing that we're less-appreciated by our close ones.
dan untuk teman-teman baik saya, I thank God for your presence.
komentar-komentar yang saya tulis bernada lembut dan menyenangkan hati si pembaca, seperti:
"hai darling, you look gorgoeus"
atau
"OMG, you're so fabulous!"
atau saat ingin menanyakan sesuatu:
"hai babe, ini pake lipstik apa yaa? warnanya cantik banget, cocok di bibir kamu.. (insert emoji love di sini secara brutal)"
and so on, and so on.
mungkin, bentuk penyampaian seperti di atas memang karena they really deserve it. kebanyakan memang sudah pada level profesional sehingga kalo bibirnya cuma dikasih saospun masih kelihatan super menakjubkan. and as a normal human (who love to live socially), we love to compliment each other. gak cuma makeup, segala sesuatu yang mereka pake biasanya gampang banget mancing buat bilang:
"ihhh lucu banget (insert nama barang)-nyaaaaa! beli di mana?", dan seterusnya, dan seterusnya.
tapi entah kenapa, bentuk pujian akan dirasa lebih gampang dikeluarkan pada orang-orang yang tidak begitu dekat dengan kita atau bahkan yang tidak mengenal kita. menjaga perasaan. oke, itu perlu. menjaga hubungan baik dengan idola. oke, itu juga perlu. sampai kemudian kita lupa, orang-orang terdekat menjadi sangat jarang menerima ucapan-ucapan baik dan menyenangkan hati seperti yang kita lakukan kepada orang-orang yang bahkan tidak peduli dengan keberadaan kita (kenal elo juga nggak).
emang sih, katanya kalo udah deket banget biasanya yang keluar adalah kata-kata agak kasar (tapi jokes semata), tapi kayaknya ini lebih cocok buat para lelaki. iya kan, mereka jarang dan justru aneh kalo saling puji. sedangkan wanita katanya kalo memuji itu gak bener-bener tulus, cuma sekedar basa basi busuk biar ada bahan obrolan. tapi nggak lho, gak semuanya kayak gitu.
saya termasuk orang yang gampang banget notice kalo ada yang berbeda/ baru pada diri teman saya. misalnya, ada yang pake baju baru, atau sepatu baru, atau warna lipstik baru, bla bla bla, pasti refleks bilang "ih baru yaaa, kok lucu sih?". kemudian biasanya dilanjutkan dengan obrolan tentang harga barang tersebut, terus lokasi pembelian, terus first impression si pemilik, terus banding-bandingin dengan produk serupa, dan masih banyak hal lainnya karena wanita emang suka berbicara. menyenangkan, bukan?
duh, makin ke sini, tulisannya makin gak berlaku buat saya kayaknya.
jadi gini, ada beberapa orang yang sikapnya berbeda, bahkan cenderung lebih baik dan santun kepada orang-orang yang tidak dikenal dekat. saya gampang banget ngerasa orang yang kayak gini. ada juga yang emang "lenjeh", baiknya cuma ke lawan jenis, tapi ke sesama jenis mah boro boro. tutur kata, intonasi, dan intensitas mengobrol yang tidak sama, secara gak sadar bikin kecewa, lho. lalu kemudian bikin bingung "kita sebenernya temenan deket gak sih?". udahlah ngomong jarang, sekali ngomong seperlunya, muka masem tiap ketemu, tapi kalo ketemu orang langsung berubah, bikin sedih gak sih temen kayak gini? bukan temen aja, sodara juga kadang begitu. saya sih gampang berprasangka dan memutuskan untuk menjaga jarak, mungkin emang orangnya sudah tidak merasa butuh dan senang berteman dengan saya. tahu dirilah, gak selamanya keberadaan kita bikin nyaman.
makanya, untuk tetap menjaga hubungan baik memang perlu komunikasi yang baik, kecuali kamu emang gak mau punya hubungan baik lagi. betapa sayang, jauh jauh ngebaikin orang yang belom tentu mau nolong kamu di saat susah, terus mengabaikan orang deket yang gak perlu diragukan lagi ketulusannya. betapa gampangnya kamu ngasih senyum ke orang-orang yang gak dikenal, ngasih sapa ke teman-teman yang cuma dikenal wajahnya, tapi ke temen sendiri kayak gak ngerasa perlu kayak gitu. iya sih, temen baik emang gak bakal pergi. tapi gak salah loh ngasih sedikit compliment, saling dukung, dan memuji hal hal kecil. aneh emang buat hubungan pertemanan yang dari dulu gak biasa saling complimenting each other, but trust me, sometimes it works to make relationship last longer.
my word is, jangan suka kebalik dalam memperlakukan orang, you dont know how hurt it could be knowing that we're less-appreciated by our close ones.
dan untuk teman-teman baik saya, I thank God for your presence.
Monday, August 3, 2015
3 Agustus 2015, sebulan sebelum dua puluh enam.
Hai, bolehlah sedikit menyapa setelah lama banget gak nulis
di blog. Senang sih, akhirnya punya keinginan buat nulis lagi. Beberapa minggu
belakangan memang agak kacau pola hidup. Agak nggak produktif, luar biasa
malas, dan stres sendiri. Hai teman temanku yang rajin, bagi tipsnya dong!
Ijinkan saya meng-update peristiwa dan aktivitas saya tiga
atau empat bulan ke belakang.
Sudah dua bulan kayaknya nggak nyanyi-nyanyi di café. Bulan pertama
karena libur ujian, bulan kedua karena puasa+libur lebaran. Rindu. Cuma bisa
nyanyi-nyanyi di kamar mandi. Serekam-dua rekam untuk instagram yang cuma berdurasi
lima belas detik. Gak maksimal.
Semingguan ini sedang senang-senangnya mainin makeup. Dari dulu,
sih, tapi sekarang agak serius. Udah berani ngupload video pun di youtube
tentang makeup routine aku sehari-hari. Rajin juga posting di Instragram (dan
di-link ke Facebook) tentang beauty-care, skin-care, dan review produk yang aku
beli. Senang rasanya bisa berbagi hal gratis. Apalagi respon teman-temanku yang
mulai semangat nanya-nanya skincare dan makeup. Rasanya berhasil misiku untuk
mengajak teman-teman peduli kecantikan dan penampilan wajah walaupun dengan
cara sederhana. Yes! Next wishlist: ikutan private makeup class. Doain ya ada
barengannya, soalnya kalo sendirian jatohnya mahal sih (walopun misalnya gak
ada yang mau ikutan, aku bela-belain ikut sendiri. Investasi, sis!).
Sudah mulai jenuh di sini (yaa.. syndrome pasca-libur
panjang). Panik karena aku masih males ngerjain skripsi. Oke, silakan
dimarahin.
Aku juga mulai rekaman serius nih. Serius dalam arti: bukan
dengan kamera HP, haha. Berkolaborasi dengan teman kampus, bikin beberapa video
nyanyi yang mudah-mudahan hasilnya memuaskan para penonton (soon, di youtube).
Hmm, apalagi yaa. Ohiyaa, aku mulai memasak, karena niatnya
diet low-carb. Ya walopun jatohnya mungkin gak diet karena takaran kalorinya
aku gak ngerti. Ambil sisi baiknya aja: bisa latihan masak. Hari ini hari
pertama. Rencananya akan mulai masak tanpa nasi/kentang untuk enam hari, dan
satu hari dijadikan cheating-day. Let’s see. Hari ini sih masak ayam goring dan
jagung rebus untuk lunch, dan tumis tahu telor untuk dinner. Alhamdulillah rasanya
gak enak hahahaha (masaknya gak pake garem sih). Pelan-pelan semoga bisa
istiqomah di jalan ini. Sudah belanja (tapi kayaknya kurang) sebesar 150ribu
untuk menu enam hari. Hmm, 100ribuan sih, 40ribuannya untuk minyak goreng (canola
oil). Semoga gak bandel terus makan di luar.
Terus aku kemaren bikin path lagi. Niatnya biar bisa terus
update sama temen-temen deket, soalnya mungkin intensitas kami mengobrol sangat
jarang. Lebih sering ngobrol ke media social. Huft. Gaktaunya banyak yang add. Terus
aku accept. Terus riweuh lagi ngeliat timeline path. Yaudahlah, aku uninstall
lagi haha.
Bulan depan aku insyaAllah ulang tahun. Yang ada di pikiran cuma
ini: orang-orang udah aku bahagiain belum ya?
Sampai jumpa di postingan selanjutnya.
Friday, April 24, 2015
cita-cita: menjadi penyanyi cafe
tsah. gaya amat oyin sehari bisa dua postingan blog.
jadi gini, kalian udah tau kan ya kalo saya suka nyanyi. suka nyanyi di sini maksudnya suka kalo ada yang dengerin saya nyanyi (HAHA), suka membahagiakan orang lewat menyanyi (HAHA lagi), apapunlah. suka menyanyi dan pengen suatu saat saya bisa kerja sebagai penyanyi aja (biar kerjanya gak kerasa kerja, gitu). intinya, saya ingin berkembang dengan passion menyanyi saya ini.
kalau dirunut ke belakang, panjang banget kisahnya kenapa saya bisa sampai ke titik ini. saya mulai mau serius nyanyi itu pas masuk kuliah di STAN. akhirnya saya sadar, bakat yang gak bikin stres kalo dikembangin itu ya nyanyi. selain karena saya suka banget, cara ngembanginnya hampir gak berbiaya. tapi jangan salah, kemampuan saya bernyanyi masih gitu-gitu aja kok dari dulu. hahaha
tahun 2011-2012 adalah tahun di mana saya sangat jarang nyanyi dan mikirnya "yah kayaknya yang bisa menikmati suara gue cuma kecoak di kamar mandi aja nih". saya kerja di Tanjung Pandan, kota kecil yang saya juga bingung mau mulai dari mana ya kalo pengen nyanyi-nyanyi gitu. untungnya sih, saya (ternyata) punya sepupu seorang penyanyi cafe (drama banget kisahnya, awalnya saya sering nonton dia di cafe dan suka sama suaranya. ternyata dia masih kecil banget, beda lima tahun. terus suatu hari saya ajak makan siang di KFC biar nambah-nambah teman, eh gaktaunya dia sepupu saya. nenek kami bersaudara. haha). semenjak saya tahu dia sepupu saya, saya jadi sering diajak nyanyi kalo lagi mampir ke cafe tempat dia manggung. tapi cuma nyanyi satu lagu gitu sebagai persembahan dari tamu. selebihnya, gak ada pengalaman nyanyi-nyanyi lagi.
tahun 2013 saya dimutasi ke kanwil di Pangkalpinang karena kantor di Pangkalpinang membutuhkanpenyanyi bendahara yang golongan/pangkatnya sesuai dengan golongan/pangkat saya saat itu. sebelum pindah, saya pernah dipanggil ke kanwil untuk disuruh nyanyi (hahaha). nyanyi doang, satu lagu. saya merasa sangat istimewa. mungkin juga karena saya bisa nyanyi makanya yang ditarik ke kanwil itu saya (selain karena homebase saya di Pangkalpinang dan saya mau dijadiin apa aja, termasuk jadi bendahara, agar bisa dimutasi ke Pangkalpinang). semenjak di kanwil, saya jadi sering nyanyi di acara-acara kantor. soalnya kakanwilnya waktu itu suka sama lagu Nilai-Nilai Kementerian Keuangan dan kebetulan cuma saya yang bisa nyanyinya. acara-acara kecil pun harus ada lagu itu di awal. seringnya malah saya sambil jadi MC (which is my fave job, too!). lumayan, hemat anggaran -___-. tapi ya gitu lah, cuma acara kantor dan lagunya satu itu doang. masih belum ada perkembangan karena di Pangkalpinang gak ada cafe yang ada live musicnya (saya kurang tahu, sih, soalnya kalo di rumah saya jarang banget main ke luar).
tahun 2014 adalah tahun di mana saya mulai bisa nyanyi lagi. senangnya luar biasa. tahun 2014 saya kembali ke kampus untuk melanjutkan D4. alhamdulillah. akhirnya bisa ngeband lagi, bisa jadi anak muda lagi. lumayan sering diundang untuk ngisi acara kampus, apalagi band saya (Oyin and The Keroyokan) menang lomba Plasma in Acoustic/Plastic 2014 (lomba band akustik se-kampus STAN). oiya, akhirnya saya menang Plastic setelah 4 kali ikut. jaman D3 ikutan tiga tahun berturut-turut eh cuma mentok dapet juara 3, best performance, sama best vocalist. memang sudah ditakdirkan untuk menang di tahun ke-empat keikutsertaan di Plastic. :')
akhir tahun 2014 saya diajak band tetangga (1548) untuk ngisi acara di cafe. duh, saya senang luar biasaaaaaa. saya punya cita-cita lucu soalnya, pengen jadi penyanyi cafe/ wedding singer. hahahaha. makanya pas diajakin nyanyi di cafe, satu checklist tercentang sudah :'). tapi sayang, ajakan nyanyi di cafe mulai rutin pas saya udah harus nyusun skripsi T_____T. jadinya.... YA TETEP NYANYI LAH. masih tetep ngeluangin waktu buat ngapalin lagu lagu baru (saya kan pecinta lagu lagu lama, jadi ini tantangan banget!), dibanding baca-baca jurnal. my bad, distraksi yang sempurna.
terus jadinya kesenengan nyanyi deh, harus diingetin kalo tugas utama di bintaro ini adalah BELAJAAARRRR. tapi kalo kata anak-anak STAN Music Community (SMC): "jangan sampai kesibukan belajar mengganggu kesibukan bermusik". hahahaha, bisa-bisa gak selesai skripsinya. padahal saya sempet ngomong gini lho:
"gak mau nyanyi nyanyi lagi ah, nanti fokusnya ke nyanyi bukan ke skripsi",
dengan disaksikan Kibul dan Gwen. saya merasa mendustai diri saya sendiri~~~~
yang paling penting adalah keseimbangan, gimana caranya skripsi tetap lancar dan nyanyi tetap jalan, bukan malah menduakan skripsi (serius, saya bisa menghabiskan banyak waktu mempelajari lagu baru dibanding nyiapin outline).
mohon doanya, semoga saya bisa jadi penyanyi sukses dan lulus D4 dengan prestasi gemilang! cheers! :)
jadi gini, kalian udah tau kan ya kalo saya suka nyanyi. suka nyanyi di sini maksudnya suka kalo ada yang dengerin saya nyanyi (HAHA), suka membahagiakan orang lewat menyanyi (HAHA lagi), apapunlah. suka menyanyi dan pengen suatu saat saya bisa kerja sebagai penyanyi aja (biar kerjanya gak kerasa kerja, gitu). intinya, saya ingin berkembang dengan passion menyanyi saya ini.
kalau dirunut ke belakang, panjang banget kisahnya kenapa saya bisa sampai ke titik ini. saya mulai mau serius nyanyi itu pas masuk kuliah di STAN. akhirnya saya sadar, bakat yang gak bikin stres kalo dikembangin itu ya nyanyi. selain karena saya suka banget, cara ngembanginnya hampir gak berbiaya. tapi jangan salah, kemampuan saya bernyanyi masih gitu-gitu aja kok dari dulu. hahaha
tahun 2011-2012 adalah tahun di mana saya sangat jarang nyanyi dan mikirnya "yah kayaknya yang bisa menikmati suara gue cuma kecoak di kamar mandi aja nih". saya kerja di Tanjung Pandan, kota kecil yang saya juga bingung mau mulai dari mana ya kalo pengen nyanyi-nyanyi gitu. untungnya sih, saya (ternyata) punya sepupu seorang penyanyi cafe (drama banget kisahnya, awalnya saya sering nonton dia di cafe dan suka sama suaranya. ternyata dia masih kecil banget, beda lima tahun. terus suatu hari saya ajak makan siang di KFC biar nambah-nambah teman, eh gaktaunya dia sepupu saya. nenek kami bersaudara. haha). semenjak saya tahu dia sepupu saya, saya jadi sering diajak nyanyi kalo lagi mampir ke cafe tempat dia manggung. tapi cuma nyanyi satu lagu gitu sebagai persembahan dari tamu. selebihnya, gak ada pengalaman nyanyi-nyanyi lagi.
tahun 2013 saya dimutasi ke kanwil di Pangkalpinang karena kantor di Pangkalpinang membutuhkan
tahun 2014 adalah tahun di mana saya mulai bisa nyanyi lagi. senangnya luar biasa. tahun 2014 saya kembali ke kampus untuk melanjutkan D4. alhamdulillah. akhirnya bisa ngeband lagi, bisa jadi anak muda lagi. lumayan sering diundang untuk ngisi acara kampus, apalagi band saya (Oyin and The Keroyokan) menang lomba Plasma in Acoustic/Plastic 2014 (lomba band akustik se-kampus STAN). oiya, akhirnya saya menang Plastic setelah 4 kali ikut. jaman D3 ikutan tiga tahun berturut-turut eh cuma mentok dapet juara 3, best performance, sama best vocalist. memang sudah ditakdirkan untuk menang di tahun ke-empat keikutsertaan di Plastic. :')
akhir tahun 2014 saya diajak band tetangga (1548) untuk ngisi acara di cafe. duh, saya senang luar biasaaaaaa. saya punya cita-cita lucu soalnya, pengen jadi penyanyi cafe/ wedding singer. hahahaha. makanya pas diajakin nyanyi di cafe, satu checklist tercentang sudah :'). tapi sayang, ajakan nyanyi di cafe mulai rutin pas saya udah harus nyusun skripsi T_____T. jadinya.... YA TETEP NYANYI LAH. masih tetep ngeluangin waktu buat ngapalin lagu lagu baru (saya kan pecinta lagu lagu lama, jadi ini tantangan banget!), dibanding baca-baca jurnal. my bad, distraksi yang sempurna.
terus jadinya kesenengan nyanyi deh, harus diingetin kalo tugas utama di bintaro ini adalah BELAJAAARRRR. tapi kalo kata anak-anak STAN Music Community (SMC): "jangan sampai kesibukan belajar mengganggu kesibukan bermusik". hahahaha, bisa-bisa gak selesai skripsinya. padahal saya sempet ngomong gini lho:
"gak mau nyanyi nyanyi lagi ah, nanti fokusnya ke nyanyi bukan ke skripsi",
dengan disaksikan Kibul dan Gwen. saya merasa mendustai diri saya sendiri~~~~
yang paling penting adalah keseimbangan, gimana caranya skripsi tetap lancar dan nyanyi tetap jalan, bukan malah menduakan skripsi (serius, saya bisa menghabiskan banyak waktu mempelajari lagu baru dibanding nyiapin outline).
mohon doanya, semoga saya bisa jadi penyanyi sukses dan lulus D4 dengan prestasi gemilang! cheers! :)
membaca itu sulit
sudah terlalu lama saya gak baca buku. eh, baca apapun sih, tulisan di internet, isi blog orang, atau artikel berita online. males. sungguh gak ada keinginan untuk menyelesaikan bacaan kalau sudah kelewat panjang. jadi, jangankan buku. sepenggal artikel aja sudah bikin mata lelah.
bohong. mata saya gak lelah, kok. cari-cari alesan aja sebenernya. tapi saya gak sebenci itu dengan membaca. saya suka sih kalo ketemu artikel-artikel yang menarik, seperti masalah kecantikan, kosmetik, kepribadian, atau sekedar blog teman dekat yang bikin mikir 'ih, bagus ya tulisannya'. dari situ biasanya saya jadi ada hasrat untuk menulis di blog lagi, kepancing postingan temen. dia aja bisa, kok saya enggak?
akhir-akhir ini memang momennya adalah momen membaca banyak sekali jurnal (yang sayangnya gak pernah selesai dibaca). persiapan outline, paper kuliah, dan presentasi. kenapa saya nggak terlalu tertarik, ya? maksudnya gak pernah bisa baca sekali beres, pasti banyak istirahatnya. terus setelah istirahat bakal baca ulang dari awal karena apa yang udah dibaca jadi ilang. zzz. gimana mau pinter, sih.
saya sedang ada tugas kuliah, membahas tokoh pemimpin dan kelompok saya memilih Mahatma Gandhi. banyaaakk sekali sumber di internet terkait Gandhi yang harus saya baca, eh tapi butuh waktu lama buat menyelesaikan bacaan di satu situs. hehehe. padahal saya kalo baca cepet, memahami yang lama. berasa lebih gampang ngerti kalo diceritain orang, daripada baca sendiri. ohiya, saya suka sekali mendengar orang berbicara (walaupun saya sendiri banyak omong gak berenti-berenti). maksud berbicara di sini adalah, berbagi hal yang gak saya tau, hal yang saya bisa tau dengan googling/ baca buku, hal yang udah saya tau tapi dari sudut pandang berbeda, atau hal apa saja yang seselera dengan saya. suka buntu kalo harus baca sendiri, soalnya sering banget terdistraksi dan terbersit pertanyaan-pertanyaan yang lebih enak ditanya langsung daripada googling. makanya, materi kuliah pun kalo bisa saya dengerin ulang dari temen yang jago ngomong tapi gak sok pinter. lebih cepet ngerti sih kalo dijelasin langsung. walaupun tiap kuliah ada yang presentasi, gak semuanya enak didenger dan gampang dipahami. ada yang presentasi malah bikin tambah pening (ah saya juga kayaknya gak bisa bikin ngerti orang kalo lagi presentasi). ada beberapa teman yang jagooooo banget nyusun kalimat dalam presentasinya dan itu bikin saya pengen di-les privat-in biar gak harus baca materi. enak aja lo, yin..
malas membaca itu sifat jelek banget yang masih saya coba buat perbaiki, huft. saya sih keras kepala, kalo gak suka sama yang dibaca ya gak bakal saya terusin walaupun itu materi kuliah. haha. padahal dulunya jagoan baca buku, sekarang semenjak apa-apa udah bisa online, ya baca yang ada aja. kebanyakan yang online kan gak panjang-panjang tulisannya, gak bikin bosen. ada sih yang kepanjangan, kayak tulisan tentang Gandhi yang lagi saya coba selesein. aslilah, heran sendiri kok gak kelar-kelar ya bacanya? haha
buruknya males membaca itu kebawa pas nulis. baca deh tulisan saya ini berantakan minta ampun. (ya gapapa yang penting kalo nyanyi gak berantakan)...
baca lagi, yuk. biar banyak bahan buat diceritain ke anak nanti..
bohong. mata saya gak lelah, kok. cari-cari alesan aja sebenernya. tapi saya gak sebenci itu dengan membaca. saya suka sih kalo ketemu artikel-artikel yang menarik, seperti masalah kecantikan, kosmetik, kepribadian, atau sekedar blog teman dekat yang bikin mikir 'ih, bagus ya tulisannya'. dari situ biasanya saya jadi ada hasrat untuk menulis di blog lagi, kepancing postingan temen. dia aja bisa, kok saya enggak?
akhir-akhir ini memang momennya adalah momen membaca banyak sekali jurnal (yang sayangnya gak pernah selesai dibaca). persiapan outline, paper kuliah, dan presentasi. kenapa saya nggak terlalu tertarik, ya? maksudnya gak pernah bisa baca sekali beres, pasti banyak istirahatnya. terus setelah istirahat bakal baca ulang dari awal karena apa yang udah dibaca jadi ilang. zzz. gimana mau pinter, sih.
saya sedang ada tugas kuliah, membahas tokoh pemimpin dan kelompok saya memilih Mahatma Gandhi. banyaaakk sekali sumber di internet terkait Gandhi yang harus saya baca, eh tapi butuh waktu lama buat menyelesaikan bacaan di satu situs. hehehe. padahal saya kalo baca cepet, memahami yang lama. berasa lebih gampang ngerti kalo diceritain orang, daripada baca sendiri. ohiya, saya suka sekali mendengar orang berbicara (walaupun saya sendiri banyak omong gak berenti-berenti). maksud berbicara di sini adalah, berbagi hal yang gak saya tau, hal yang saya bisa tau dengan googling/ baca buku, hal yang udah saya tau tapi dari sudut pandang berbeda, atau hal apa saja yang seselera dengan saya. suka buntu kalo harus baca sendiri, soalnya sering banget terdistraksi dan terbersit pertanyaan-pertanyaan yang lebih enak ditanya langsung daripada googling. makanya, materi kuliah pun kalo bisa saya dengerin ulang dari temen yang jago ngomong tapi gak sok pinter. lebih cepet ngerti sih kalo dijelasin langsung. walaupun tiap kuliah ada yang presentasi, gak semuanya enak didenger dan gampang dipahami. ada yang presentasi malah bikin tambah pening (ah saya juga kayaknya gak bisa bikin ngerti orang kalo lagi presentasi). ada beberapa teman yang jagooooo banget nyusun kalimat dalam presentasinya dan itu bikin saya pengen di-les privat-in biar gak harus baca materi. enak aja lo, yin..
malas membaca itu sifat jelek banget yang masih saya coba buat perbaiki, huft. saya sih keras kepala, kalo gak suka sama yang dibaca ya gak bakal saya terusin walaupun itu materi kuliah. haha. padahal dulunya jagoan baca buku, sekarang semenjak apa-apa udah bisa online, ya baca yang ada aja. kebanyakan yang online kan gak panjang-panjang tulisannya, gak bikin bosen. ada sih yang kepanjangan, kayak tulisan tentang Gandhi yang lagi saya coba selesein. aslilah, heran sendiri kok gak kelar-kelar ya bacanya? haha
buruknya males membaca itu kebawa pas nulis. baca deh tulisan saya ini berantakan minta ampun. (ya gapapa yang penting kalo nyanyi gak berantakan)...
baca lagi, yuk. biar banyak bahan buat diceritain ke anak nanti..
Sunday, April 5, 2015
seperti kebanyakan wanita lainnya, ia suka bersolek. menghabiskan banyak waktu di depan laptop atau smartphone-nya membuka situs youtube mencari tutorial make-up untuk berbagai acara. kadang mencari referensi make-up murah meriah dupe-nya merk mahal agar tak rugi jika harus TERPAKSA berbelanja suatu produk dengan budget pas-pasan.
seperti kebanyakan wanita lainnya, ia suka berkhayal. membayangkan dirinya menjadi sesorang yang cantik dan terkenal seperti Maria Renata atau Anggun C. Sasmi. membayangkan dirinya sejago Dian Sastro dalam berakting, atau semenyejukkan Andien saat bernyanyi. kadang juga ia membayangkan dirinya sepintar Marissa Nasution dan secerdas Najwa Shihab. betapa berkhayal itu gratis dan menyenangkan.
seperti kebanyakan wanita lainnya, ia kadang suka berpikir bagaimana rasanya menjadi pasangan hidup lelaki idaman. sebutlah Annisa Pohan yang mendampingi Agus Yudhoyono, atau Victoria yang menggandeng David Beckham. begitu sempurna, begitu diimpikan.
seperti kebanyakan wanita lainnya, ia suka sekali bercerita, wanita berbicara lebih banyak dari lelaki, betul? kadang kecepatannya dalam bercerita melebihi sales asuransi yang sering asal menelpon. meluap-luap, berenergi, tak kehabisan kata-kata, cerewet. tipikal wanita pada umumnya.
seperti kebanyakan wanita lainnya, ia suka mencari-cari hal baru apa yang menarik untuk dicoba. mencari cari tak lantas melakukan. haha. kadang, niatnya habis terkubur rasa malas.
dan seperti kebanyakan wanita lainnya, ia penuh cemas menghadapi waktu yang tak melambat. resahnya mengikis semangat dan membuat kenikmatan hidup sedikit demi sedikit pudar. ia kadang perlu diingatkan bahwa hidup penuh kejutan, tak usah menerka rahasia Tuhan.
this too shall pass~
seperti kebanyakan wanita lainnya, ia suka berkhayal. membayangkan dirinya menjadi sesorang yang cantik dan terkenal seperti Maria Renata atau Anggun C. Sasmi. membayangkan dirinya sejago Dian Sastro dalam berakting, atau semenyejukkan Andien saat bernyanyi. kadang juga ia membayangkan dirinya sepintar Marissa Nasution dan secerdas Najwa Shihab. betapa berkhayal itu gratis dan menyenangkan.
seperti kebanyakan wanita lainnya, ia kadang suka berpikir bagaimana rasanya menjadi pasangan hidup lelaki idaman. sebutlah Annisa Pohan yang mendampingi Agus Yudhoyono, atau Victoria yang menggandeng David Beckham. begitu sempurna, begitu diimpikan.
seperti kebanyakan wanita lainnya, ia suka sekali bercerita, wanita berbicara lebih banyak dari lelaki, betul? kadang kecepatannya dalam bercerita melebihi sales asuransi yang sering asal menelpon. meluap-luap, berenergi, tak kehabisan kata-kata, cerewet. tipikal wanita pada umumnya.
seperti kebanyakan wanita lainnya, ia suka mencari-cari hal baru apa yang menarik untuk dicoba. mencari cari tak lantas melakukan. haha. kadang, niatnya habis terkubur rasa malas.
dan seperti kebanyakan wanita lainnya, ia penuh cemas menghadapi waktu yang tak melambat. resahnya mengikis semangat dan membuat kenikmatan hidup sedikit demi sedikit pudar. ia kadang perlu diingatkan bahwa hidup penuh kejutan, tak usah menerka rahasia Tuhan.
this too shall pass~
Saturday, March 28, 2015
our vocalist's getting married!
![]() |
| akad nikah Gwen dan Daniella di Mesjid Bea Cukai |
well, every wedding has its own story. pernikahan (walaupun bukan pernikahan saya sendiri) yang saya hadiri kali ini adalah pernikahan vokalis band saya (Oyin and The Keroyokan, kemudian disingkat OaTK). band kami memiliki dua vokalis, yaitu saya dan Gwen. Gwen bukan cuma teman band saya, tapi juga teman satu instansi (Direktorat Jenderal Perbendaharaan 2010) dan teman satu kelas selama satu semester kemarin. oh yes, satu lagi, kami bersama-sama dalam sebuah komunitas ex-anak magang tahun 2010-2011 yang diberi nama Bani-Miauw (panjang ceritanya, pokoknya geng ini diberi nama berdasarkan nama pacar dan mantan pacar salah satu anggota geng, and turns out this geng is not ikrib ikrib amat lah ahahaha). karena banyak banget bareng di beberapa inner circles, pernikahan Gwen pun terasa begitu spesial. tentu yang bikin spesial adalah partisipasi saya dan OaTK sebagai wedding band. whoaaaaaa
menjadi wedding singer adalah salah satu cita-cita saya. hehe. seneng aja rasanya menjadi bagian dari one precious moment of someone's life. makanya excited banget, campur degdegan sih. latihan buat persiapan dilakukan dalam waktu seminggu aja. lagu-lagunya saya suka semua, jadi makin semangat deh. :D
pernikahan Gwen dilangsungkan di Auditorium A Kantor Pusat Bea dan Cukai, hari Sabtu tanggal 28 Maret 2015. ini juga pertama kalinya saya mampir ke kanpus BC. sudah diwanti-wanti kalo perjalanan Bintaro ke Rawamangun biasanya macet di hari Sabtu. saya gak boleh telat karena kami nampilnya di urutan pertama di jam 11 (ada band lain yang juga ngisi acara). personil band lain sudah pergi duluan malam sebelumnya dan menginap di penginapan yang telah disediakan (duh, repot repot amat ini pengantennya). karena agak cranky takut kena macet (maklum ya saya orangnya panikan), keberangkatan yang awalnya pukul 09.00 pagi dimajukan menjadi pukul 08.00! gak enak sih sama temen-temen satu rombongan (tyas, kiki, eccik, gres, dan odenk) yang harus dandan pagi-pagi buta buat memenuhi tuntutan saya (maaf, girls T__T). nggak sih, mereka gak dandan-dandan amat, saya doang yang menor, untunglah kami siap berangkat pukul 08,10 pagi (ini juga telat gara-gara ada satu temen kami yang emang julukannya lambat, hehe :p) dan tiba di Rawamangun pukul... mmmm... wait for it....09.05. hue, cepet banget ternyata, belum macet juga jalanan pagi itu. makin gak enak sama cewe-cewe karena pada laper belum sarapan dan harus nunggu sampe pukul 11.00 huhuhu. saat kami tiba di sana, akad nikah baru selesai dan sedang ada sesi foto-foto. luckily, kami dapat kesempatan untuk berfoto bersama penganten yang baru sah. yeaaayy!
![]() | ||
ciye, yang udah sah! :)
|
![]() |
| harus banget selfie di toilet! :)) |
setelah foto-foto gak jelas, duduk-duduk bengong, ke toilet numpang pipis dan selfie, akhirnya tiba waktunya bagi OaTK untuk manggunggg. whaaaa. deg-degan. walopun kami cuma remah-remah mentega yang manggung buat aksesoris, bukan buat hiasan utama, tetep aja nervousnya kebangetan. kami manggung pas temen-temen belom pada dateng, telat semua sih datengnya, hiks. alhamdulillah, penampilan kami gak jelek-jelek amat. sempet direkam sama kiki juga sih dua lagu awal. alhamdulillah pengantennya puas :). liat videonya di sini ya..
![]() |
| OaTK is on stage! |
yang paling bikin seneng di kondangan adalah: ketemu temen-temen perben2010! ruaaameeee banget. harusnya sih sering ketemu di kampus soalnya banyak yang lagi tugas belajar. tapi apa mau dikata, diajak ngumpul itu susahnya ngalah-ngalahin soal ujian seminar perben! jadinya nunggu momen kayak gini baru bisa ngumpul ramean. walopun gak sempet ngobrol banyak karena sibuk foto-foto, ngeceng-cengin orang, ketawa-ketawa heboh, tetep aja membahagiakan. gaktau kenapa, berasa akrab banget semuanya walaupun jarang ada interaksi satu-sama lain. i love you, guys. :)
![]() | ||
Perben 2010!!
|
![]() |
| Bani Miauw full team! :* |
![]() |
| untung sempet curi-curi selfie sebentar |
setelah foto bareng satu angkatan STAN 2007 (tapi gak sempet foto satu band karena.. gitu lah, sebel T___T), kami pun bubar. overall, acaranya lancar, makanannya enak dan cukup, Gwen dan Daniella terlihat tampan, cantik, dan bahagia, dan semua undangan pulang dengan tersenyum. perfect!
oiya, mau mendoakan Gwen dan Daniella segala kebaikan dalam kehidupan rumah tangganya. semoga sakinah mawaddah wa rahmah. semoga dikarunia keturunan yang sehat, lucu, dan berguna bagi nusa dan bangsa. dan semoga Gwen masih boleh ngeband bareng kami (yaiyalah masih hahaha).
semoga kebahagiaan di hari pernikahan Gwen kemaren nular ke kita semua yaaaa! aamiin :)
Thursday, March 26, 2015
Hey there, I'm on youtube!
senangnya... akhir-akhir ini saya punya kesukaan baru: rekam-rekam video di youtube! gak yang bagus-bagus amat, cuma sekali rekam, kualitasnya videonya jelek, banyak suara-suara asing, pokoknya standar kamera hape lah :). emang cuma iseng-iseng walaupun ada niat buat diseriusin (rekaman pake video-cam yang oke, terus kualitasnya bagus. ada yang mau kerjasama? :p).
pertama rekaman gara-gara pinjem ukulelenya eccik. nyoba mainin lagu Kantoi-nya Zee Avi dengan beberapa kali rekaman ulang dikarenakan degupan jantung yang gak keruan. NERVOUS PARAH. padahal kalo gak direkam mah bisa aja sekali nyanyi langsung mulus. eh ini karena ada kamera jadinya malah suara nyangkutlah, ngegonjreng ukulelenya gak asiklah, bahkan muka jadi tambah bulet di kamera (ah, padahal emang udah bulet gitu).
setelah menuai 200an view di youtube, akhirnya saya mulai berani rekam-rekaman lagi. lumayan buat kenang-kenangan dan lucu-lucuan. sukur-sukur bisa buat promosi ngisi acara pengajian gitu. ehe ehe. karena rekaman tanpa alat musik rasanya agak garing, maka saya putuskan untuk membeli sebuah instrumen ukulele yang murah-murah aja. entah kenapa, ukulele tetangga terasa lebih hijau. huft. ukulele yang saya beli gampang gak stem nya, gampang fals. digonjreng sedikit langsung minta stem ulang. dasar ukulele manja yang haus perhatian. -___-
ternyata gak gampang ya main ukulele. lebih asik main gitar. tapi gak kece aja kalo main gitarnya pas-pasan, mending ukulele yang digonjreng basing-basing aja udah keliatan lumayan, hahaha. dengan kapasitas yang seadanya, saya beranikan lagi rekaman lagu kedua: La Vie En Rose. ciyeee.. suka banget sama lagu ini walaupun gak bisa nyanyiin pake bahasa aslinya :)).
eh besok-besoknya makin ketagihan, makin sering rekaman abal-abal ngajak temen. gak cuma main ukulele, saya jadinya sok-sokan main keyboard mengiringi kibordis saya. lagunya yang gampang-gampang aja, yang saya hapal kuncinya. ternyata..lumayan lah (menurut saya). masih layak dengar dan layak tonton. sini liat dan like dong! :p
terus saya juga bareng esti sok-sokan rekaman lagi. tenang, bukan lipsync. beneran rekaman sambil ketawa-ketawa gendut gitulah. it's exciting! sampe lupa kalo belom nemu ide skripsi (duh, doain ya).
semenjak gak main instagram, rekam-merekam ini jadi lebih serius. biasanya kan cuma bentar, limabelas detik doang buat di-upload di instagram. sekarang mah harus selesai satu lagu. lebih produktif dan lebih puas tentunya, hehe. memang gak boleh malas untuk terus mencoba, ya. nanti nyesel kalo menyia-nyiakan masa muda (lah, ini kenapa sampe ke sini bahasannya? -__-)
kalo ada waktu, mampirlah ke channel youtube saya. mudah-mudahan bermanfaat dan bikin bahagia. seenggaknya cuma itu yang bisa saya lakukan buat bikin orang-orang senang, dengan menghibur sebisanya. :')
Subscribe to:
Posts (Atom)









